Rabu, 18 Mei 2016

Jaket Naruto

Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

1. Squash and Stretch - ini adalah prinsip pertama dan memang salah satu yang paling dasar. Setiap animator akan mencoba untuk mencapai gerakan peregangan di awal-awal karirnya dan prinsip ini dengan demikian sangat menekankan pada hal itu. Alat-alat ini menyampaikan fleksibilitas dan digunakan untuk mengekspresikan emosi manusia, di wajah, atau bahkan gerakan, dalam kasus gambar sederhana seperti memantul bola.

2. Antisipasi - Antisipasi digunakan oleh animator untuk mempersiapkan penonton untuk tindakan yang terjadi. Dengan demikian, seorang penyelam harus menekuk kakinya sebelum benar-benar melompat. Kehadiran antisipasi membuat animasi yang lebih realistis.

3. Staging - Menggunakan alat ini, animator bisa menarik perhatian ke aspek penting tertentu dari frame visual, seperti apa yang dicapai dalam drama atau film. Menggunakan posisi atau pencahayaan tertentu, animator dapat mencapai hal ini.

4. Lurus Menjelang Action dan Pose untuk Pose - Prinsip ini mengacu pada dua cara yang berbeda untuk memajukan melalui proses menggambar. Lurus ke depan tindakan mengacu pada prosedur menggambar adegan termasuk semua frame sementara berpose untuk berpose mengacu pada gambar dari frame yang paling penting pertama dan kemudian mengisi kekosongan. Animator didorong untuk memilih metode yang paling sesuai dengan perasaan mereka meskipun umumnya kombinasi disarankan.

5. Ikuti Melalui dan Action Tumpang Tindih - hal ini bersama-sama bertujuan memperkuat realitas karakter yang terlibat dan untuk memastikan bahwa mereka mematuhi hukum dasar fisika. Dengan demikian, berbagai bagian tubuh akan bergerak pada tingkat yang berbeda dan meskipun berhenti, beberapa bagian tubuh akan terus bergerak. hal ini harus diingat oleh animator sehingga visual yang rasional dibuat.

6. Lambat Dalam dan Lambat Out - ini mengacu pada penempatan yang lebih frame pada awal dan akhir dari suatu tindakan untuk menunjukkan gerakan yang lebih realistis dari karakter.

7. Arcs - Thomas dan Johnston diyakini bahwa sebagian besar tindakan dapat diekspresikan melalui busur dan bahwa dengan demikian harus digunakan secara luas untuk memastikan pengalaman visual yang realistis.

8. Action Secondary - ini mengacu pada kinerja lebih dari satu tindakan dengan karakter apapun untuk lebih memperkuat realitasnya.

9. Timing - ini merupakan prinsip yang sangat penting yang memegang nilai seluruh media. Timing memastikan bahwa gambar animasi menjadi hidup dengan benar dan harus dijaga sepanjang.

10. Ketinggian - ini adalah prinsip yang menganjurkan komedi dan humor dalam animasi untuk membuatnya lebih menarik bagi penonton.

11. Padat Menggambar - Untuk animasi apapun untuk terlihat baik, sangat penting bahwa dasar menggambar akurat dan pragmatis.

12. Banding - ini mengacu pada penggunaan alat-alat untuk membuat karakter menarik dan menarik. Ini akan menarik bagi penonton dan dengan demikian tujuan animator akan tercapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar